fbpx

BATIK GUCIMAS

SEJARAH BATIK JLAMPRANG KHAS PEKALONGAN

Motif batik khas pekalongan diidentikan dengan Motif Batik Jlamprang meski di Pekalongan banyak sekali motif yang berkembang seperti Buketan dan lainnya. Batik Jlamprang pekalongan yang kini menjadi ciri kota dan penghias ornamen di salah satu Hotel Berbintang di kota batik bisa sobat jumpai dengan mudah. Filosofi batik jlamprang bisa kita pelajari dengan langsung bertemu pengrajin batik jlamprang di kelurahan krapyak.
Batik merupakan bentuk karya seni klasik yang diwariskan secara turun temurun dan kehadirannya memiliki arti penting dalam adat istiadat bagi masyarakat Jawa. Dalam catatan sejarah menyebutkan, bahwa perkembangan kejayaan batik pekalongan telah dimulai pada masa kerajaan mataram islam atau sekitar abad 17 Mashi. Di dlam dokumen milik V.O.C disebutkan bahwa pada tahun 1740an sudah terjadi pengiriman kain yang berasal dari pekalongan ke Batavia.

SEJARAH BATIK PEKALONGAN

Motif Batik Pekalongan adalah Motif Jlamprag, yaitu suatu motif yang terbentuk semacam nitik dari Yogyakarta yaitu disebut juga dengan motif batik geometris biasanya berbentuk lingkaran maupun segitiga. Motif batik Jlamprang pekalongan mendapatkan inspirasi motif batik yang berasal dari para pedagang gujarat, india. yaitu dari kain tenun yang berbahan sutra khas gujarat yang dibuat dengan teknik ikat dobel atau patola.
Kemudian oleh masyarakat pekalongan diadopsi ke dalam motif batik yang serupa motif tenun tersebut. Jadilah motif jlamprang berupa ceplok yang terdiri dari bentuk bujur sangkar dan persegi panjang yang di susun menyerupai anyaman pada kain tenun patola. Ditambah dengan warna-warna khas batik pesisir pekalongan, Terciptalah motif jlamprang yang indah. Pada beberapa batik pekalongan memiliki pengaruh kuat dari orang-orang Eropa pada waktu pendudukan Belanda di masa lalu, sedangkan warna-warna cerah pada batik pekalongan di pengaruhi kuat dari Cina, India, dan Arab. Pengaruh tersebut dibawa langsung oleh para pedagang yang melakukan perniagaan di negri Indonesia dansinggah di Pekalongan.

PENGERTIAN BATIK JLAMPRANG

Batik Jlamprang adalah batik hasil kreasi masyarakat kota Pekalongan sebagai pewaris budaya dengan mengetengahkan ragam hia ceplokan dalam bentuk lung-lungan dan bunga padma yang di tengahnya. Sejarah perkembangan batik di pekalongan yang tidak mengikuti pakem keraton menjadi sangat menarik. Pewarnaan yang cerah berwarna-warni serta keberanian menggambarkan motif berupa flora dan fauna menjadi ciri khasnya. Pekalongan kota pesisir yang ramai akan kedatangan para saudagar dari berbagai belahan dunia maupun nusantara seperti Bugis Sulawesi, sumbadanyang lain. Awal mulanya sekitar abad ke-17, para saudagar dari India yang datang ke kota-kota yang dekat dengan pantai Utara Jawasalah satunya adalah kota Pekalongan yang mereka singgahi. Para pedagang dari india ini membawa berbagai macam barang dagangan, salah satunya ialah kain sutra.
Dari beberapa kain sutra yang mereka bawa, antara lain ada kain patola, sembagi dan polikat. Kain tenun gantda atau yang di sebut dengan kain patola merupakan barang dagangan yang sangat diminati oleh golongan masyarakat menengah ke atas. Kain tersebut memiliki ragam hias yang diberi makna oleh masyarakat setempat sesuai dengan keyakinan mereka.
Kemudian pada saat terjadi kelangkaan pasokan kain patola di pasaran, para pengusaha pekalongan yang beerasal dari keturunan Arab, Cina maupun pribumi membuat inisiatif kain yang beragam hias kain tenun patola menggunakan proses batik. Kain tersebut disebut dengan batik jlamprang. Oleh sebab itu, Makna simbol batik jlamprang adalah merupakan batik asli kota pekalongan dengan makna lambang-lambang agama hindhu-syiwa yang beraliran tantra. Aliran tantra merupakan salah satu aliran pemujaan terhadap dewa syiwa dan masyarakat pekalongan kuno meggunakan batik jlamprang sebagai benda upacara pada saat kepercayaaan itu berkembang setelah kota pekalongan ditinggalkan wangsa sanjawa ke timur pada abad 10 Masehi.

KESENIAN TARI BATIK JLAMPRANG PEKALONGAN

Kegunaan motif batik jlamprang dalam bentuk pemakaian kain batik ini secara sakral menyimbolkan jika batik jlamprang merupakan media yang diguanakan untuk menghubungkan antara dua dunia manusia dan dunia dewa karena bentuk motifnya merupakan simbol mistis yang bisa di terima oleh dunia ”Hyang” yang menjadi dunianya ”Den Anyu Lanjar” dengan kata lain , batik jlamprang adalah warisan budaya kasmologi yang dipkai sebagai medium untuk menghubungkan dunia manusia (dunia bawah) dengan dunia para dewa (dunia atas atau dunia kayangan) mmasyarakat kota pekalongan menyebut dunia atas dengan dunia bawahb dengan sebutan ”den ayu lanjar”sebagai pengusaha kosmis pantai utara. Oleh karena itu, berdasarkan alam mitologi ratu laut jawa ini, maka sangatlah wajar kalau batik jlamprang disukai oleh pengusaha laut utara yaitu den ayu lanjar.
Ada sebagian dari masyarakat kota pekalongan yang masih menggunakan batik jlamprang sebagai benda untuk upacara atau ritual seperti sodranan atau nyadran untuk menyatakan syukur kepada tuhan sebagai pengusaha alam. Menurut masyarakat kota pekalongan, alat-alat upacara tersebut termasuk batik jlamprang dimasukan sebagai persembahan untuk ratu laut utara yaitu den ayu lanjar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang (0)
Total 0
Lanjut ke pembayaran
0