fbpx

ASAL USUL BATIK

Batik Pekalongan dikenal mulai setelah terjadi perpecahan di kerajaan Mataram yang saat itu di pimpin oleh raja Panembahan Senopati. Peperangan tersebut melawan kolonial Belanda dan perpecahan di lingkup keraton yang sering terjadi hingga menyebabkan beberapa keluarga kerajaan yang hijrah sekaligus menetap ke daerah-daerah lain dan salah satunya, yaitu Pekalongan. Keluarga keraton memiliki kebiasaan dalam hal membatik, di saat mengungsi inilah pembatikan Pekalongan berkembang dan kemudian menyebar ke pelosok wilayah nusantara. Akhirnya,Batik di daerah Pekalongan tumbuh dengan cepat dan pesat seperti daerah Banyurip,Buaran, Medono, Simbang kulon dan simbang wetan dan Jenggot dan masih banyak kampung- kampung sekitarnya yang menjadi pusat – pusat produksi kerajinan batik. Keluarga keraton yang menetap di pekalongan tersebut membawa pengikut dari daerah lain untuk pindah ke daerah Pekalongan. Di Pekalongan para pengikut secara bersama – sama meneruskan kegiatan membatik dan menjadi salah satu mata pencaharian mereka. Motif batik di daerah Pekalongan sendiri berbeda dengan daerah lain karena motif batik daerah ini disesuaikan dengan keadaan daerah sekitarnya. Proses pembuatan batik pekalongan di awal abad ke-20 yang dikenal adalah batik tulis dengan berbahan dasar mori buatan dalam negeri maupun luar negeri. Pertama kali dikenal didaerah Pekajangan, yaitu kegiatan menenun yang menghasilkan stagen sedangkan proses benangnya dipintal secara manual. Barulah setelah perang dunia I selesai, proses pembatikan dengan batik cap mulai dikenal di wilayah pekalongan dengan pemakaian obat-obatan luar negeri seperti buatan Jerman dan Inggris

Perkembangan serta pertumbuhan pembatikan di pekalongan lebih cepat dibandingkan pertenunan stagen. Bahan yang digunakan untuk kainnya ialah hasil tenunan sendiri dan bahan untuk catnya di ambil dari pohon mengkudu, pohon soga, pohon tom, pohon jawa, dan lain-lain.Sampai saat ini, batik Pekalongan tetap dan masih dikenal di seluruh Indonesia dan bahkan menjadi andalan untuk mensuplay luar negeri sekalipun. Jadi, cintailah budaya Indonesia, cintailah batik dengan itu anda telah melestarikan budaya Indonesia.

contoh batik Pekalongan

gambar bersumber dari batik Gucimas.id

CIRI KHAS BATIK PEKALONGAN

Batik asli Pekalongan memiliki kolaborasi yang dipadukan dengan nilai sejarah yang berkaitan dengan kolonial Belanda.Hal ini di sebabkan karena pada masa itu kolonial masih menjajah bangsa indonesia,yang tersebar sampai wilayah pekalongan.

ORNAMEN KHAS PEKALONGAN

Batik Tulis Pekalongan Motif Burung Garuda Motif batik asli Pekalongan memiliki ornamentberbentuk tumbuh – tumbuhan ,bunga ,daun-daunan dan burung garuda atau burung yang lainnamun tidak dibubuhi dengan cecek sawut atau cecek gori. Pengisian motif berupa cecek garis-garis atau cecek pitu. Detail cecek batik ala Pekalongan ini sangat menonjol sehingga garis pembentuk ornament motif terbentuk dari cecek-cecek pula. Salah satu merk batik halusan asli batik Pekalongan yang terkenal dengan permainan cecek adalah Oei Tjow Soen.

MOTIF BATIK JELAMPRANG

Batik JlamprangSalah satu nama motif batik Pekalongan adalah Jlamprang yaitu motif batik berbentuk geometris. Motif ini dipengaruhi syiar agama Islam yang menghindari ornament berbentuk makhluk hidup. Namun adapula ahli sejarah yang berpendapat bahwa motif Jlamprang dipengaruhi kebudayaan Hindu Syiwa.

MOTIF BATIK PHOENIX

Motif Baju Batik Pekalongan sangat mirip burung Phoenix yaitu burung yang bulu sayap, kepala dan ekornya bergelombang serta ornament Liong yaitu naga berkaki hal ini sebagai pengaruh dari kebudayaan Cina

MOTIF WARNA CERAH

Warna-warna kain batiknya cenderung cerah seperti merah, kuning cerah, biru muda, violet dan oranye terutama batik yang diproduksi di daerah pinggiran laut utara atau pesisir Pekalongan. Perkembangan industri di pusat batik Pekalongan cukup pesat. Daya tarik batik asli Pekalongan adalah bisa ditemukan dalam motif klasik yang mirip dengan motif batik klasik Solo dan Yogyakarta. Sehingga memenuhi selera pemburu batik motif asli dan halusan. Motifnya mengikuti trend. Pengrajin batik di Pekalongan tidak ragu berinovasi sehingga tercipta motif-motif baru. Dalam sejarahnya tokoh tekstil Eropa Van Zuylen bahkan sempat menerjuni kerajinan batik di Pekalongan dan memperkenalkan motif berbentuk tumbuhan yang dibentuk secara realistis. Selain faktor tersebut Batik Pekalongan juga dipengaruhi berbagai kebudayaan baik itu budaya asli, Cina, Arab dan Eropa sehingga dapat diterima di pangsa pasar berbagai negara.

SUMBER POSTINGAN https://agussyafrudin45.wordpress.com/2015/06/09/asal-usul-batik-pekalongan/

Apakah anda mencari batik yang cocok untuk anda

Batik gucimas adalah batik terbaik di pekalongan karena pembatik pembatik gucimas adalah pembatik yang sudah berpengelaman puluhan tahun dan karena batik gucimas memiliki motif motif yang belum ada di pasaran.